Parenting dan Anak
3 Contoh Kekerasan Verbal yang Perlu Dicegah oleh Orang Tua Zaman Now

3 Contoh Kekerasan Verbal yang Perlu Dicegah oleh Orang Tua Zaman Now
Di artikel sebelumnya telah dibahas mengenai beragam ancaman kekerasan pada anak, salah satunya adalah kekerasan verbal. Apa itu kekerasan verbal? Seperti pengertiannya, verbal berarti sesuatu yang berhubungan dengan kata-kata atau ucapan manusia. Kekerasan verbal pada anak berarti perlakuan buruk pada dirinya yang berupa perkataan atau ucapan.

Menurut penelitian Kurt Gray dan Daniel Wegner, kata-kata yang diucapkan dengan maksud jahat untuk menyakiti atau  meremehkan akan memberikan lebih banyak rasa sakit. Daripada perkataan atau ucapan tanpa pemikiran sebelumnya atau niat yang sebenarnya. Hal ini disebutkan dalam The Sting of Intentional Pain, Psychological Science di tahun 2008.
 
Kekerasan verbal biasanya dilakukan oleh orang tua dan orang terdekat anak. Seperti pengasuh, guru, kakek, nenek, adik, kakak, dan keluarga dekat lainnya. Jenis kekerasan ini pun perlu diwaspadai agar kelak tidak berpengaruh pada diri anak di masa depan. Maka untuk mencegah traumatis pada anak ketika mengalami kekerasan verbal, Anda perlu mengetahui apa saja contoh kekerasan tersebut.
 
Berikut ini 3 contoh kekerasan verbal yang perlu dicegah oleh orang tua, antara lain:

  1. Membentak atau memarahi anak tanpa alasan yang jelas. Bahkan ketika anak tidak melakukan kesalahan atau bertindak ceroboh. Dan dilakukan di depan orang banyak.
  2. Melabeli anak dengan kata-kata atau ucapan yang berkonotasi negatif. Bisa pula mengejek anak tanpa sengaja dengan dibumbui kata-kata atau ucapan positif.
  3. Memotong perkataan atau ucapan anak, ketika mereka bermaksud mengungkapkan perasaan dan pemikirannya.
 
Ketiga contoh di atas tampak sepele. Namun, jika dipikirkan lagi akan terlihat bahwa perlakuan atau kekerasan verbal tersebut salah. Bisa pula berdampak buruk pada karakter anak di masa depannya. Dan yang berbahaya jika menimbulkan efek traumatis jika tidak ditanggani sejak dini.
 
Ada baiknya setelah mengetahui 3 contoh kekerasan verbal di atas, orang tua mulai memetakan perilaku mereka yang kurang tepat tersebut. Kemudian menggantinya dengan perilaku yang tepat dan sesuai dengan perkembangan jiwa anak.
 
Maka dibutuhkan ilmu dan media yang tepat agar perilaku orang tua selaras dan tidak memunculkan kekerasan verbal bagi buah hati mereka. Salah satu caranya dengan metode neurosains yang telah dibahas di artikel sebelumnya.
 
Perlu pula bagi orang tua untuk menyediakan media belajar di rumah. Media yang dapat dipelajari bersama dengan anak-anak. Sehingga kelak sang buah hati tumbuh dengan akal yang cerdas dan akhlak yang mulia, sesuai harapan orang tuanya.








Parenting dan Anak Lainnya
Pegiat Literasi yang Viral ini, Akhirnya Mendapatkan 2 Paket Buku Sygma Daya Insani
Pegiat Literasi yang Viral ini, Akhirnya Mendapatkan 2 Paket Buku Sygma Daya Insani
Rabu, 31 Mei 2017 09:08 WIB
Pasangan mana yang berani mendonasikan gajinya sebanyak 50% untuk aksi sosial disaat keuangan terbatas? Luar biasa bukan? Nama pasangan ini adalah Ibu Elis Ratna Suminar dan Bapak Muhammad Pian Sopia, mereka adalah pegiat literasi dari Soreang, Kabupaten Bandung. Sebelum menikah mereka bersepakat bahwa 50% dari gaji disumbangkan untuk taman bacaan masyarakat (TBM)
Jangan Sampai Terlambat, 5 Cara Agar Anak Bermental Tinggi.
Jangan Sampai Terlambat, 5 Cara Agar Anak Bermental Tinggi.
Rabu, 02 November 2016 03:07 WIB
Ayah Bunda, memiliki anak dengan kepribadian yang berkarakter kuat dan tangguh adalah dambaan semua orang tua. Anak yang berkepribadian tangguh akan lebih siap dalam bersaing dan bertahan dari perkembangan zaman. Oleh sebab itu, sudah seharusnya karakter ini ditanamkan dalam pribadi dan juga keluarga. Berikut adalah tips memiliki anak yang bermental tinggi
7 Khasiat Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur
7 Khasiat Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur
Kamis, 16 Februari 2017 03:23 WIB
Kebanyakan dari kita pasti sudah tahu bagaimana pentingnya minum air putih setiap hari. Namun sayangnya hal ini sering disepelekan oleh beberapa orang, mereka malas untuk minum air putih. Lebih parahnya lagi, beberapa orang lebih sering mencari kopi saat bangun tidur dan melupakan air putih.
Ingin Punya Anak Shaleh?? Mari Belajar Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW..
Ingin Punya Anak Shaleh?? Mari Belajar Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW..
Senin, 22 Februari 2016 16:24 WIB
Ala Rasulullah SAW.. Ketahuilah.. Bahwasanya peran orangtua dalam mendidik anak di masa kecilnya sangat berpengaruh dalam kehidupannya ketika anak sudah menginjak dewasa kelak.

Perlu Bantuan?

Hai, Saya Dewi novita Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya